Langsung ke konten utama

Cerita Pendek : Nabi Yusuf - Godaan Datang, Iman pun Beraksi (2)

Cerita Anak : Nabi Yusuf Digoda Wanita dan Dipenjara

Kisah Nabi Yusuf A.S. menggambarkan pelajaran berharga tentang kesabaran, keimanan, dan keteguhan hati. Dalam cerita ini, Yusuf, pemuda tampan dan mulia, menghadapi godaan dari istri Al 'Aziz, tetapi ia menolak dengan tegas karena takut kepada Allah. Meskipun terjebak dalam fitnah dan dipenjara, Yusuf tetap menjaga akhlaknya dan menunjukkan kebijaksanaan dengan menafsirkan mimpi dua teman penjaranya. Cerita ini mengajarkan kita untuk selalu beriman, bersabar dalam menghadapi cobaan, dan percaya bahwa Allah memiliki rencana terbaik untuk setiap hamba-Nya.


Yusuf adalah seorang pemuda yang tampan dan kuat. Istri Al 'Aziz, menteri Mesir, sangat tertarik padanya dan mulai memberikan isyarat serta sindiran untuk menarik perhatian Yusuf. Meskipun demikian, Yusuf tidak tertarik padanya dan selalu menjaga sikapnya.

Suatu hari, ketika suaminya pergi, istri Al 'Aziz memanfaatkan kesempatan itu. Ia berdandan cantik, mengenakan pakaian yang indah, dan mengunci pintu rumahnya. Ia mengundang Yusuf untuk masuk ke dalamnya dan meminta Yusuf melakukan perbuatan yang tidak baik. Namun, Yusuf menolak dengan tegas. Ia berkata, “Aku berlindung kepada Allah. Sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sebenarnya, orang-orang yang zalim tidak akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23).

Saat Yusuf berusaha keluar, istri Al 'Aziz tidak menyerah. Ia menarik Yusuf dari belakang dan merobek bajunya. Tiba-tiba, suaminya, Al 'Aziz, pulang dan melihat keadaan yang mencurigakan. Istri Al 'Aziz segera menuduh Yusuf, “Apa hukuman bagi orang yang ingin berbuat jahat dengan istrimu? Ia harus dipenjara atau dihukum berat!” (QS. Yusuf: 25).

Yusuf segera membela diri, “Dialah yang merayu diriku sendiri.” Al 'Aziz meminta pendapat dari seorang anggota keluarganya. Anggota keluarga itu berkata, “Mari kita lihat! Jika baju Yusuf koyak di depan, maka wanita itu benar. Jika koyak di belakang, Yusuf yang benar.” (QS. Yusuf: 26-27).

Setelah memeriksa baju Yusuf, ternyata bajunya robek di belakang. Al 'Aziz berkata kepada istrinya, “Ini adalah tipu daya kamu, dan tipu daya kamu sangat besar.” (QS. Yusuf: 28). Ia meminta Yusuf untuk memaafkan dan menyarankan istrinya untuk meminta ampun kepada Allah atas kesalahannya.

Meskipun penduduk Mesir menyembah berhala, mereka tahu bahwa hanya Allah yang dapat mengampuni. Al 'Aziz menyuruh istrinya untuk bertaubat kepada Allah.

Pertemuan Wanita-Wanita Mesir dengan Nabi Yusuf A.S.

Pada suatu hari, istri Al 'Aziz mendengar bahwa wanita-wanita di kota sedang membicarakan dirinya. Mereka bilang bahwa istri Al 'Aziz mencoba menggoda Yusuf, pelayan yang sangat tampan. Mereka heran kenapa dia mau melakukan itu.

Istri Al 'Aziz marah mendengar gosip itu. Lalu, dia ingin menunjukkan kepada para wanita kenapa dia sangat tertarik kepada Yusuf. Dia mengundang mereka ke rumahnya dan mempersiapkan tempat yang indah. Dia memberi setiap wanita buah dan pisau untuk memotongnya.

Setelah itu, dia menyuruh Yusuf keluar. Ketika Yusuf keluar, semua wanita melihatnya dan terpesona dengan ketampanannya. Mereka begitu terkejut sampai tidak sadar melukai tangan mereka dengan pisau. Mereka mengira Yusuf adalah malaikat karena begitu tampannya.

Lalu, istri Al 'Aziz berkata, “Inilah orang yang kalian bicarakan. Aku memang sudah berusaha membujuknya, tapi dia menolak. Jika dia tidak menurutiku, dia akan dipenjarakan.” (QS Yusuf: 32).

Nabi Yusuf A.S. Dipenjara

Suatu hari, setelah semua wanita di Mesir melihat betapa tampannya Yusuf, mereka jadi mengerti kenapa istri Al 'Aziz suka padanya. Tapi Yusuf merasa tidak nyaman karena banyak dari mereka ingin Yusuf melakukan hal yang tidak baik. Yusuf yang baik hati lalu berdoa kepada Allah, “Wahai Tuhanku, lebih baik aku masuk penjara daripada melakukan hal buruk itu. Tolong lindungi aku.” (QS Yusuf: 33).

Karena banyak wanita di kota terus menyukai Yusuf, orang-orang di sana memutuskan untuk memasukkan Yusuf ke dalam penjara supaya tidak terjadi masalah lebih besar.

Di penjara, Yusuf bertemu dua teman baru. Yang satu bekerja sebagai tukang roti, dan yang satu lagi sebagai pelayan minuman raja. Mereka melihat Yusuf sangat baik dan saleh, selalu beribadah kepada Allah. Suatu hari, kedua temannya itu datang kepada Yusuf dan bercerita tentang mimpi mereka.

Tukang roti berkata, “Aku bermimpi membawa roti di kepalaku, dan burung-burung datang memakannya!” Si pelayan minuman berkata, “Aku bermimpi membuat jus anggur!” Mereka bertanya kepada Yusuf, “Yusuf, bisa tolong ceritakan arti mimpi kami?”

Sebelum menjawab, Yusuf mengajak mereka untuk percaya kepada Allah, Tuhan yang satu. Lalu Yusuf memberi tahu arti mimpi mereka: si pelayan minuman akan bebas dan kembali bekerja untuk raja, tapi tukang roti akan dihukum, dan burung-burung akan memakan roti di kepalanya.

Sebelum si pelayan minuman bebas, Yusuf berkata, “Tolong ceritakan kepada raja tentang aku yang dipenjara dengan tidak adil.” Tapi si pelayan lupa menyampaikan pesan itu, jadi Yusuf tetap berada di penjara beberapa tahun lagi. Tapi semua yang Yusuf katakan tentang mimpi mereka benar-benar terjadi, persis seperti yang dia katakan! (QS Yusuf: 36-42).

Komentar