Langsung ke konten utama

Cerita Anak : Kenapa Berbagi itu Baik?

Kisah: Benih Kebaikan Syafi'i

Di sebuah desa yang subur, hiduplah seorang anak bernama Syafi'i. Ia dikenal sebagai anak yang ceria dan selalu siap membantu. Suatu hari, saat bermain di taman, Syafi'i mendengar berita bahwa anak-anak di desa sebelah sedang mengalami kesulitan dan kekurangan makanan serta pakaian akibat bencana alam. Mendengar hal itu membuat hatinya terasa berat dan penuh empati.

Syafi'i pulang dan langsung menceritakan kejadian itu kepada ayah dan ibunya. “Ayah, Ibu, aku sangat sedih mendengar bahwa anak-anak di desa sebelah tidak punya makanan dan pakaian. Aku ingin membantu mereka,” katanya dengan penuh harap.

Ayahnya mendengarkan dengan serius dan bertanya, “Syafi'i, apa yang ingin kamu lakukan untuk membantu mereka?”

Syafi'i berpikir sejenak, “Aku ingin mengumpulkan uang tabunganku untuk membeli makanan dan pakaian untuk mereka.”

Ibu Syafi'i tersenyum dan berkata, “Itu ide yang sangat baik, Nak. Kita bisa pergi ke pasar bersama dan membeli kebutuhan mereka. Tetapi, berapa banyak uang yang kamu miliki?”

Syafi'i menjawab, “Aku punya sedikit tabungan, tetapi aku juga ingin menyumbangkan semua yang aku miliki untuk membantu mereka.”

Ayahnya tersenyum bangga dan berkata, 
Allah berfirman
مَثَلُ الَّذِيۡنَ يُنۡفِقُوۡنَ اَمۡوَالَهُمۡ فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنۡۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِىۡ كُلِّ سُنۡۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ​ؕ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنۡ يَّشَآءُ​ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيۡمٌ‏ ٢٦١
"Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui." (Quran Surah Al-Baqarah 261)

Mendengar saran orangtuanya, Syafi'i semakin bersemangat. Hari berikutnya, mereka pergi ke pasar bersama. Mereka membeli beras, roti, dan beberapa pakaian. Setelah semuanya siap, mereka bertiga mengantarkan bantuan tersebut ke desa yang membutuhkan.

Sesampainya di sana, anak-anak di desa itu sangat senang dan berterima kasih atas kebaikan Syafi'i dan keluarganya. Mereka merasakan kebahagiaan yang tulus saat menerima bantuan tersebut.

Setelah pulang, Syafi'i merasa bahagia. Ia menyadari bahwa kebaikan yang ia lakukan, meskipun kecil, dapat memberikan dampak besar bagi orang lain. Ayah dan ibunya pun bangga atas keputusan Syafi'i.

Lebih dari itu, Syafi'i melihat teman-temannya terinspirasi oleh kebaikannya. Mereka mulai berdiskusi dan berencana untuk bersama-sama mengadakan penggalangan dana untuk membantu orang-orang yang membutuhkan di desa lain. Syafi'i merasa sangat senang, karena ia telah menanam benih kebaikan yang dapat tumbuh dan berkembang dalam masyarakatnya.

Syafi'i belajar bahwa setiap tindakan baik adalah benih yang akan tumbuh dan memberikan hasil yang luar biasa, tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang-orang di sekelilingnya. Sejak saat itu, ia bertekad untuk terus menanam benih kebaikan di mana pun ia berada, bersama orangtuanya yang selalu mendukungnya.

Komentar