Langsung ke konten utama

Cerita Anak : Pertempuran Pasukan Gajah dan Pasukan Burung Pembawa Batu Api (7)

Bala Tentara Bagai Daun yang Berguguran

Penjelasan Istilah yang Disebutkan di QS Al-Fill (105)

Ibn Ishaq berkata bahwa ketika Allah mengutus Nabi Muhammad dengan Kenabian, salah satu hal yang sering beliau ceritakan kepada orang-orang Quraisy adalah tentang karunia besar yang Allah berikan kepada mereka, yaitu perlindungan-Nya dari serangan pasukan Abyssinia. ✨

Karena pertolongan Allah yang luar biasa itu, Quraisy bisa tetap aman dan tenang di Makkah selama periode waktu yang panjang, tanpa gangguan apapun. 🏙️

Dan mereka (Quraisy) yang merasa aman di tanah haram ini, dengan aman dari serangan musuh, tanpa rasa takut sedikit pun. 🌟

Berkat perlindungan Allah yang luar biasa, Makkah tetap menjadi tempat yang suci dan aman, dan orang-orang Quraisy merasakan kenikmatan hidup yang luar biasa. 😇

Gimana, keren banget ya? Seperti ada "pengawal super" yang melindungi mereka setiap saat! 💪

Maka Allah pun berfirman dalam Al-Qur'an:

"Tidakkah kamu melihat bagaimana Tuhanmu memperlakukan Pemilik-Pemilik Gajah?" 😱
Apakah Dia tidak menjadikan tipu daya mereka gagal? ❌🐘

Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung-burung yang berkelompok (Ababil), 🕊️✨
Yang melemparkan mereka dengan batu-batu dari Sijjil, 🪨🔥
Dan menjadikan mereka seperti daun yang dimakan (Asf, Ma'kul)!" 🌾👀

Kisah ini adalah salah satu mukjizat yang sangat luar biasa, di mana Allah melindungi rumah-Nya yang suci, Ka'bah, dari pasukan Abrahah yang datang dengan tujuan merusaknya. Namun, Allah menurunkan burung-burung kecil yang dengan batu-batu dari Sijjil menghancurkan pasukan tersebut, membuat mereka seperti daun yang hancur dimakan. 🦅⚡

Itulah tanda kekuasaan Allah yang menunjukkan bahwa tak ada yang bisa menandingi kehendak-Nya! 😲💪

Kemudian, Ilaf milik Quraysh itu bukan cuma sekadar karavan biasa, loh! Karavan ini super keren! Orang-orang Quraisy itu kayak raja-raja dagang di dunia mereka. 😎👑 Mereka bisa pergi dari Makkah ke Syam (utara) di musim panas, terus ke Yaman (selatan) di musim dingin. Jadi mereka udah kayak jalan-jalan bisnis tapi bawa pulang hasil yang melimpah! 🌞❄️📦 Makanan? Gak perlu khawatir, karena Allah selalu kasih mereka makanan yang enak-enak dan bikin kenyang! 🍞🥘

Nah, Allah bilang, "Hei, kamu bisa terus aman, kaya raya, dan nyaman seperti ini, tapi ada syaratnya loh! Kalian harus nyembah Aku, Tuhan yang menjaga Rumah Ka'bah yang kalian cintai itu! Rumah yang luar biasa, yang sudah melindungi kalian dari segala bahaya dan ketakutan!" 🏰✨

Jadi, Allah bilang: "Pokoknya, kalo kalian bersyukur dan tetap beriman pada-Ku, Aku akan terus kasih semua yang terbaik, makan enak, hidup tenang, aman, gak takut kelaparan atau apapun!" 😇🌟

Tapi, kalau nggak mau? Ya, silakan aja! Allah tetap kasih kebebasan. Kalau mereka pilih jalan lain dan gak mau terima kebaikan-Nya, itu juga keputusan mereka. Tapi ya, nggak bisa berharap akan terus hidup nyaman kalau gak ada rasa syukur dan iman, kan? 😬💭

"Untuk perjalanan Ilaf orang Quraisy, baik di musim dingin maupun musim panas, mereka harus menyembah Tuhan Rumah ini, yang telah memberi mereka makanan, menjadikan mereka aman dari rasa lapar, dan dari rasa takut!" (QS. Al-Quraish 106:1-4) 🌙🌿

Ibn Hisham berkata, "Al-Ababil itu adalah kelompok-kelompok burung, karena orang Arab biasanya nggak nyebut hanya satu burung saja, pasti kelompok. Jadi, Al-Ababil itu bukan cuma satu burung, tapi banyak banget burung yang datang bersama-sama." 🦅🦅🦅

Bayangin aja, burung-burung ini terbangnya kayak tim superhero, terbang barengan, dengan misinya yang jelas: menghancurkan pasukan Abrahah! 😱💥 Mereka datang dengan kecepatan tinggi, siap buat kasih pelajaran kepada pasukan yang berani macem-macem sama Ka'bah!

Jadi, Al-Ababil itu bukan burung biasa, tapi kelompok burung yang punya misi luar biasa, yang datang membawa batu dari tanah yang panas untuk menghancurkan pasukan Abrahah! 🔥🪶

Ibn Hisham juga menjelaskan, "As-Sijjil itu artinya sesuatu yang keras dan padat. Jadi, batu-batu yang dilemparkan oleh burung-burung Al-Ababil itu keras banget! Kayak batu yang dipakai buat bangunan yang kokoh banget, bukan sembarang batu. 🤯💥"

Terus, ada juga yang bilang kalau As-Sijjil itu sebenarnya berasal dari dua kata dalam bahasa Persia yang digabung jadi satu kata, lho! Kata pertama itu Sanj, yang berarti batu, dan kata kedua adalah Jil, yang artinya tanah liat. Jadi, bayangin aja, batu-batu yang dilemparkan itu bukan cuma batu biasa, tapi ada campuran antara batu keras dan tanah liat! 😱🔨

Kedua jenis batu ini langsung dilemparkan oleh burung-burung Al-Ababil ke pasukan Abrahah, dan itu sangat mematikan! Gak ada yang bisa lari dari kehancuran itu. 🦅💥

Ibn Hisham melanjutkan, "Al-Asf itu adalah daun-daun dari tanaman yang belum dipanen. Jadi, bayangin aja kalau itu kayak daun yang jatuh ke tanah, gak ada yang memperhatikan atau mengumpulkannya. Salah satunya disebut Asfah." 🌿

Jadi, dengan kata lain, Allah menggambarkan bagaimana pasukan Abrahah yang sombong dan penuh dengan rencana jahat itu dihancurkan dengan cara yang luar biasa—seperti daun yang jatuh tanpa berarti, mereka pun dilenyapkan. 🪶💨

Dan itu semua berkat burung-burung Ababil yang dikirim oleh Allah, berkelompok-kelompok, kayak pasukan burung yang siap menyerang! 🦅🦅🦅

Hammad bin Salamah menyampaikan dari Asim, yang kemudian diteruskan dari Zirr, yang mendengar langsung dari Abdullah dan Abu Salamah bin Abdur-Rahman, bahwa mereka berkata,

طَيْراً أَبَابِيلَ (burung Ababil), artinya burung-burung yang datang dalam kelompok-kelompok." 🦅🦅🦅

Ibn `Abbas dan Ad-Dahhak juga menjelaskan, bahwa "Ababil" itu berarti burung-burung yang datang satu per satu, "mengikuti setelah satu sama lain", seperti pasukan yang teratur, yang gak bisa dihentikan! 🚀💥

Jadi, bayangkan! Pasukan burung yang serentak datang dalam formasi rapi, terus menerus menyerang pasukan Abrahah, membuat mereka gak bisa kabur atau bertahan! 😱

Al-Hasan Al-Basri dan Qatadah juga menjelaskan, bahwa "Ababil" berarti banyak burung yang datang secara bersamaan! 🦅🦅🦅✨

Mujahid menambahkan penjelasan yang lebih menarik lagi, bahwa "Ababil" itu berarti burung-burung yang datang dalam kelompok-kelompok berturut-turut, seperti pasukan burung yang bergantian, datang dari segala arah! 🌪️🦅🦅💥

Jadi, bayangkan aja, pasukan burung ini gak cuma datang sekaligus, tapi mereka muncul satu per satu, seakan gak ada habisnya! Ke mana pun pasukan Abrahah pergi, burung-burung ini datang, dan serangan mereka bikin musuh gak bisa kemana-mana! 😲

Ibn Zayd menjelaskan bahwa "Ababil" itu berarti berbeda, datang dari berbagai arah! Jadi, burung-burung itu datang dari mana-mana, seakan-akan mereka keluar dari setiap penjuru dunia! 🦅🌍 Mereka datang dengan cepat dan tak terduga, membuat pasukan Abrahah kebingungan! 😱

Sedangkan Al-Kasa'i menceritakan bahwa beberapa ahli tata bahasa mengatakan, bahwa "Ababil" ini adalah bentuk jamak dari "ibil". Ibil itu artinya unta, jadi bayangin aja, kalau "ababil" itu banyak banget, seperti unta-unta yang datang berbaris! 🐪🐪 Tapi, yang datang kali ini bukan unta, melainkan pasukan burung yang siap memberikan "kejutan"! 😄

Ibn Jarir mencatat dari Ishaq bin Abdullah bin Al-Harith bin Nawfal yang menjelaskan tentang pernyataan Allah mengenai "Ababil",

Ibn Jarir mencatat dari Ishaq bin Abdullah bin Al-Harith bin Nawfal yang menjelaskan tentang pernyataan Allah mengenai "Ababil", yang berarti dalam kelompok-kelompok, seperti unta-unta yang bergerak dalam kelompok besar. Jadi, bayangkan ada banyak burung-burung yang datang berkelompok, seperti rombongan besar unta yang melintas di padang pasir! 🐪✨

Dan yang lebih keren lagi, Ibn Abbas mengatakan, "Mereka memiliki paruh seperti paruh burung dan cakar seperti cakar anjing!" 😱🦅🐾

Gila kan? Burung-burung itu bukan cuma terbang berkelompok, tapi juga seolah-olah memiliki ciri khas yang menyeramkan, seperti burung dengan paruh tajam dan cakar yang kuat, siap menyerang pasukan Abrahah! 😮💥

Ikrimah, yang menceritakan hal ini dengan sangat jelas. Katanya, burung-burung ini punya kepala seperti kepala binatang buas! 🦁 Wah, bayangkan kalau kamu lihat burung terbang dengan kepala seperti itu, pasti seru banget, ya! 😄

Dan seorang ahli lain, Ubayd bin Umayr, juga mengatakan bahwa burung-burung ini berwarna hitam  dari laut terbang sambil membawa batu-batu Sijjil di paruh dan cakarnya! Batu-batu ini sangat keras, lho! Mereka melemparkan batu-batu itu ke pasukan yang jahat, dan pasukan itu langsung jatuh satu per satu seperti dihantam oleh hujan batu! 💥💨

Nah, semua cerita ini datang dari orang-orang yang sangat terpercaya, jadi kita tahu bahwa cerita ini benar adanya! 🔥 Jadi, seperti burung Ababil, meskipun kita kecil, kita bisa melakukan hal-hal besar kalau kita punya kekuatan dan keberanian yang luar biasa! 💪😊

Seru banget kan, sayang?

Bagaimana Abrahah Menjadi Penguasa Yaman? (1)

Akibat Kemenangan Pasukan An-Najashi - Aryat dan Abrahah (2)

Kenapa Abrahah Menyerang Ka'bah? (3)

Penyembah Berhala pun Menganggap Ka'bah adalah Tempat Suci (4)

Abdul Muttalib "Kembalikan Untaku" (5)

Jantung Abrahah Keluar dari Dadanya (6)

Bala Tentara Bagai Daun yang Berguguran (7)

Angin Kencang Membantu Api Merambat Lebih Cepat (8)

Kisah yang berkaitan dengan ini? (9)

Cerita Singkat Pertempuran Pasukan Gajah dan Pasukan Burung

Source : Tafsir Ibn Kathir (Abridged)

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini