Langsung ke konten utama

Cerita Anak : Pertempuran Pasukan Gajah dan Pasukan Burung Pembawa Batu Api (2)

Abrahah dan Aryat - Hadiah yang Meluluhkan Raja An-Najashi

Sayang, Ibu akan melanjutkan cerita tentang Raja Dhu Nuas dan orang-orang yang datang membantu Daws. Setelah pasukan dari Ethiopia datang dan mengalahkan Raja Dhu Nuas, mereka bisa menguasai Yemen. Dua orang yang sangat pemberani, namanya Aryat dan Abrahah, menjadi gubernur yang memimpin negara itu.

Tapi, ada masalah besar, lho! Aryat dan Abrahah sering sekali bertengkar! Mereka tidak sepakat tentang banyak hal, dan mereka saling menyerang satu sama lain. Bayangkan seperti teman-teman yang berebut mainan, mereka terus berkelahi! 😬

Suatu hari, setelah bertengkar begitu lama, Abrahah berkata, 'Hei, Aryat, kenapa kita harus membuat pasukan kita berperang? Kita berdua bisa menyelesaikan masalah ini dengan cara yang lebih mudah!' Aryat penasaran dan bertanya, 'Bagaimana maksudmu?'

Abrahah lalu berkata, 'Ayo kita bertarung satu lawan satu! Siapa yang menang, dia yang jadi pemimpin di sini!' Wah, mereka benar-benar ingin berkelahi hanya berdua, seperti anak-anak yang bertengkar siapa yang lebih kuat! 💪

Jadi, mereka berdua mulai mempersiapkan diri untuk bertarung, dan semua orang di sekitar mereka menunggu untuk melihat siapa yang akan menang dan menjadi pemimpin. Tapi, jangan khawatir, nanti kita akan lihat siapa yang menang, ya

Maka, yang satunya menerima tantangan itu dan mereka pun bertarung. Di belakang masing-masing orang ada saluran air (agar salah satu dari mereka tidak melarikan diri). Aryat menang dan menyerang Abrahah dengan pedangnya, melukai hidung dan mulutnya, serta menggores wajahnya. Namun, Atawdah, pengawal Abrahah, menyerang Aryat dan ajal menjemputnya. Lalu, Abrahah kembali ke Yaman dalam keadaan terluka, kemudian dirawat dan pulih. Dengan demikian, ia menjadi panglima tentara Abyssinia di Yaman. 

Kamu ingat An-Najashi, raja dari Abyssinia? Raja baik hati yang menolong Daws Dhu Thalaban si kristen dengan memerintahkan si Aryat dan Abrahah untuk memburu Raja Himyar si penyembah berhala. Raja ini sangat kecewa dengan apa yang terjadi antara Abrahah dan Aryat. Dia sampai menulis surat kepada Abrahah dan bilang, 'Aku bersumpah akan menginjak tanah Yemen dan memotong rambutku jika kamu tidak hati-hati!' 😲

Wah, Abrahah jadi bingung nih, harus bagaimana supaya Raja An-Najashi nggak marah! Jadi, dia punya ide yang sangat pintar! Abrahah mengirimkan seorang utusan dengan membawa hadiah-hadiah yang sangat mewah dan barang-barang berharga untuk Raja An-Najashi! 🎁💎

Tapi, yang paling unik, Abrahah juga mengirimkan sebuah kantong berisi tanah dari Yemen dan potongan rambutnya sendiri! Wah, kenapa ya dia ngirim tanah dan rambut? 🤔

Di dalam suratnya, Abrahah menulis, 'Raja An-Najashi, silakan injak tanah ini seperti yang kamu janjikan, dan ini adalah rambutku yang aku potong khusus untukmu. Semoga kamu puas dan hati jadi tenang!' 😅✨

Nah, setelah itu, Raja An-Najashi merasa lebih tenang dan tidak marah lagi. Wah, Abrahah memang pintar sekali menenangkan hati orang dengan hadiah-hadiah itu, ya? 💡

Baca Akhir Hayat Raja Dhu Nuas (1)                                                             Baca Kelanjutannya di Sini (3)

Cerita Singkat Pertempuran Pasukan Gajah dan Pasukan Burung


Source : Surah Al-Fill (105) Tafsir Ibn Kathir (Abridged)

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini