Langsung ke konten utama

Cerita Anak : Pertempuran Pasukan Gajah dan Pasukan Burung Pembawa Batu Api (5)

Abdul Muttalib "Kembalikan Untaku"

Abrahah dan pasukannya terus berjalan sampai mereka tiba di sebuah tempat yang disebut Tanah Khatham. Di sana, mereka bertemu dengan Nufayl bin Habib Al-Kath’ami dan orang-orang dari Suku Shahran dan Nahis. Mereka semua berjuang dengan berani untuk melawan Abrahah dan pasukannya yang besar! 💪

Namun, Abrahah akhirnya menang lagi dan menangkap Nufayl bin Habib. Awalnya, Abrahah ingin menghukum Nufayl karena sudah berani melawannya, tapi ternyata dia memutuskan untuk memaafkannya! 💖

Sebagai gantinya, Abrahah meminta Nufayl untuk menjadi pemandu yang menunjukkan jalan menuju Al-Hijaz, tempat yang sangat jauh dan penuh tantangan! Wah, meskipun Abrahah sangat kuat, dia juga memilih untuk memberikan kesempatan pada orang lain. 🌟

Sayang, setelah Abrahah melanjutkan perjalanannya, dia tiba di tempat yang disebut At-Ta'if. Orang-orang di sana, yang disebut Suku Thaqif, merasa sangat khawatir karena mereka takut Abrahah akan menghancurkan tempat ibadah mereka yang bernama Al-Lat. 😨

Namun, orang-orang Thaqif tidak ingin berperang, jadi mereka berusaha untuk menenangkan Abrahah dengan berbicara baik-baik dan memberikan seorang pria bernama Abu Righal untuk menjadi pemandu mereka! Mereka berharap dengan begitu, Abrahah tidak akan menghancurkan tempat ibadah mereka. 🤝

Setelah itu, Abrahah melanjutkan perjalanan menuju Al-Mughammas, tempat yang dekat dengan Makkah. Di sana, pasukan Abrahah berhenti dan beristirahat. Lalu, Abrahah mengirim pasukannya untuk mencari unta dan hewan-hewan milik orang-orang Makkah yang sedang digembalakan. 🐪

Pasukan Abrahah berhasil menangkap banyak unta, termasuk sekitar dua ratus unta milik seorang pemimpin terkenal di Makkah, yaitu Abdul-Muttalib! Salah satu pemimpin pasukan yang berangkat dalam misi ini adalah seorang pria bernama Al-Aswad bin Mafsud. 🐾

Meskipun begitu, orang-orang Makkah sangat khawatir karena Abrahah semakin dekat dengan Ka'bah. Tetapi, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya... 😧

Sayang, ada bagian dari cerita yang sangat seru dan dramatis! Menurut yang diceritakan oleh Ibn Ishaq, 😱 Setelah Abrahah mendengar banyak orang Arab yang mengolok-olok dan mengejeknya karena ingin menghancurkan Ka'bah, dia pun merasa sangat marah dan kecewa. 😡 Orang-orang itu bilang bahwa Abrahah tidak akan pernah bisa menghancurkan Ka'bah dan mereka terus membuat lelucon tentangnya. Jadi, Abrahah merasa sangat tersinggung, dan kemarahannya membara seperti api yang tak bisa dipadamkan! 🔥

Karena rasa marahnya, Abrahah memutuskan untuk mengirim seorang utusan bernama Hanatah Al-Himyari untuk pergi ke Makkah. Abrahah berkata kepada Hanatah, 'Katakan kepada mereka, aku tidak akan berperang melawan mereka, kecuali jika mereka menghalangiku untuk menghancurkan Ka'bah!' 😠

Abrahah bahkan memerintahkan agar Hanatah membawa kabar yang sangat jelas, bahwa jika orang-orang Makkah mencoba melawan atau menghalanginya, maka dia akan melakukan hal yang sangat mengerikan untuk menghancurkan Ka'bah. Hanatah pun pergi dengan hati-hati, membawa pesan yang penuh ancaman dan ketegangan. 🌪️

Orang-orang Makkah yang mendengar kabar ini pun sangat terkejut dan cemas! Mereka mulai berpikir keras, 'Apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus melawan dan melindungi Ka'bah atau membiarkan Abrahah melanjutkan rencananya yang sangat menakutkan itu?' 😨

Hanatah yang membawa pesan dari Abrahah akhirnya tiba di Makkah. 🏙️ Dia mencari Abdul-Muttalib bin Hashim, sang pemimpin Quraysh, untuk menyampaikan pesan yang sangat menakutkan dari Abrahah. Hanatah berkata dengan suara serius, 'Abrahah memerintahkan agar kamu menyerah, atau dia akan menghancurkan Ka'bah dan tidak ada yang bisa menghalanginya.' 😱

Mendengar ini, Abdul-Muttalib yang bijaksana dan penuh kesabaran, menatap Hanatah dengan wajah penuh ketenangan, lalu berkata dengan tegas:

'Demi Allah 🤲, kami tidak ingin berperang dengan Abrahah, dan kami tidak berada dalam posisi untuk melawan kekuatannya 💪. Ka'bah ini adalah Rumah Suci milik Allah, Rumah milik Khalil-Nya (Nabi Ibrahim) 🕌, dan jika Allah berkehendak untuk melindunginya, maka Dia-lah yang akan melindunginya. Tetapi jika Allah mengizinkan Abrahah mendekatinya, maka kami tidak punya kekuatan untuk menghalanginya. 😔'

Abdul-Muttalib berbicara dengan penuh keyakinan, karena dia tahu bahwa Ka'bah adalah milik Allah, dan hanya Allah yang bisa melindunginya. Tidak ada yang lebih besar dari kehendak-Nya. 🌟✨

Dia menunggu dengan hati penuh harap, berharap Allah akan melakukan sesuatu yang luar biasa untuk melindungi Rumah-Nya yang Suci. 🕊️🌟💖

Hanatah berkata kepada Abdul-Muttalib, "Ayo, ikut aku untuk bertemu dengan Abrahah!" 😯✨ Abdul-Muttalib pun setuju dan pergi bersama Hanatah untuk menemui Abrahah. 🏃‍♂️💨

Saat Abrahah melihat Abdul-Muttalib, dia langsung terkesan! 😲 Karena Abdul-Muttalib memang seorang pria yang besar dan tampan, seperti pahlawan dalam cerita dongeng! 💪💖 Jadi, Abrahah pun turun dari kursinya dan duduk bersama Abdul-Muttalib di atas karpet di tanah. 🧘‍♂️✨

Kemudian, Abrahah meminta penerjemahnya untuk bertanya kepada Abdul-Muttalib, "Apa yang kamu inginkan?" 🤔💬

Dengan tenang dan penuh percaya diri, Abdul-Muttalib menjawab melalui penerjemah, "Saya ingin raja mengembalikan unta-unta saya yang telah dia ambil. Ada dua ratus ekor unta yang dia bawa pergi!" 🐪🐪🐪

Abrahah tentu terkejut! Kenapa Abdul-Muttalib hanya meminta unta-unta itu dan tidak meminta hal lain, seperti menghentikan rencananya untuk menghancurkan Ka'bah? 🤨😅 Tapi Abdul-Muttalib tahu, dia hanya ingin melindungi miliknya, sementara soal Ka'bah, itu urusan Allah! 🌟

Setelah mendengarkan permintaan Abdul-Muttalib tentang unta-unta yang diambilnya, Abrahah terlihat sedikit kecewa 😕. Dia berkata melalui penerjemahnya:

"Ketika saya pertama kali melihatmu, saya sangat terkesan 😲. Tetapi sekarang, setelah kamu berbicara, saya jadi merasa berbeda. Kamu hanya meminta dua ratus unta yang saya ambil dari kamu, tapi kamu tidak mengatakan apapun tentang Ka'bah, rumah yang sangat penting bagi agamamu dan nenek moyangmu. Padahal saya datang ke sini untuk menghancurkannya, dan kamu tidak membicarakannya dengan saya! 😠💥"

Abdul-Muttalib yang bijaksana, dengan wajah tenang dan penuh keyakinan, menjawab:

"Saya adalah pemilik unta-unta itu, dan itu yang saya minta kembali 🐪💰. Tapi soal Ka'bah, itu bukan urusan saya lagi. Ka'bah punya Pemilik-Nya sendiri yang akan melindunginya. 💖🏰🌟"

Abrahah terdiam, mendengar kata-kata Abdul-Muttalib yang begitu penuh percaya diri. Abdul-Muttalib tahu, Ka'bah adalah rumah Allah, dan Allah-lah yang akan melindunginya dari siapa pun yang berniat jahat. 🤲💫

Setelah mendengar kata-kata Abdul-Muttalib yang penuh keyakinan, Abrahah semakin kesal dan berkata dengan suara keras, "Aku tidak akan dihentikan! Aku akan menghancurkan Ka'bah itu, tak ada yang bisa mencegahku!" 💥😡

Abdul-Muttalib hanya tersenyum tenang 😌 dan menjawab dengan santai, "Kalau begitu, lakukan saja." 🙏😇

Abrahah terkejut mendengar jawaban yang begitu yakin dari Abdul-Muttalib. Bagaimana mungkin orang yang tidak memiliki pasukan besar atau kekuatan luar biasa bisa begitu tenang menghadapi ancaman sebesar itu? Abdul-Muttalib percaya bahwa jika Allah menginginkan sesuatu, tak ada yang bisa menghentikan-Nya. Dan Allah yang akan menjaga rumah-Nya yang suci, Ka'bah! 🏰✨

Setelah percakapan yang tegang itu, Abdul-Muttalib tidak sendirian lagi. Beberapa kepala suku dari suku-suku Arab lainnya datang mendekat untuk membantu dan menawarkan tawaran yang sangat menarik kepada Abrahah. Mereka berkata, "Wahai Abrahah, jika kamu menarik pasukanmu dan pergi meninggalkan Ka'bah, kami akan memberikan sepertiga kekayaan dari suku Tihamah kepadamu! Itu sangat banyak, lho!" 💰✨

Namun, Abrahah menolak tawaran itu dengan tegas. "Tidak! Aku sudah datang ke sini dengan tujuan yang jelas," kata Abrahah dengan penuh semangat. "Aku tidak tertarik dengan harta kalian! Aku hanya ingin menghancurkan Ka'bah!" 💥🏰

Tapi meskipun begitu, Abrahah akhirnya mengembalikan dua ratus unta milik Abdul-Muttalib. "Aku akan kembalikan unta-unta itu, karena mereka memang milikmu," katanya dengan sedikit kecewa. 🦙🤷‍♂️

Abdul-Muttalib hanya tersenyum, dan berkata dengan penuh keyakinan, "Terima kasih, tapi tentang Ka'bah, itu bukan urusan harta. Itu adalah urusan Allah, dan Dia yang akan melindunginya." 😌✨

Setelah percakapan seru dengan Abrahah, Abdul-Muttalib langsung balik ke rumah, ya! Dia bilang, "Oke, teman-teman! Kita harus kabur dulu ke atas gunung supaya aman dari pasukan besar yang mau hancurin Ka'bah!" 🏃‍♂️⛰️

Jadi, semua orang Makkah pada kabur deh, naik gunung kayak main petak umpet! 😂 Tapi Abdul-Muttalib nggak mau cuma lari begitu aja. Dia langsung balik ke Ka'bah, pegang cincin pintunya yang besar banget, kayak mau main tarik tambang! 💪😆 Dia sambil berdoa dengan sungguh-sungguh, kayak lagi minta kado ulang tahun deh! 🎁

Dia berdoa dengan penuh harapan, "Ya Allah! Ka'bah adalah rumah-Mu, dan kami butuh perlindungan! Jangan biarkan mereka yang membawa salib itu menang! Bantu kami, ya Allah! Mereka nggak tahu, besok pagi kita akan menang, dan mereka nggak bisa ngalahin kekuatan-Mu!" 🌟🙏

Dengan penuh keyakinan dan semangat, Abdul-Muttalib berdoa sambil menggenggam erat cincin pintu Ka'bah, berharap Allah akan melindungi rumah-Nya. 💖

Menurut Ibn Ishaq, setelah Abdul-Muttalib berdoa dengan sangat sungguh-sungguh, dia akhirnya melepaskan cincin pintu Ka'bah yang besar itu. 🏰🔑 "Oke, sekarang waktunya pergi!" katanya. Jadi, dia dan orang-orang Makkah mulai pergi, deh! 🏃‍♀️🏃‍♂️ Mereka semua naik ke puncak gunung, seperti sedang main petak umpet! 🏞️😆

Mereka naik ke atas gunung supaya aman dari pasukan besar yang mau datang menghancurkan Ka'bah. Mereka pasti mikir, "Wah, lebih baik kita di atas gunung, deh, jauh dari keributan!" ⛰️😂

Menurut Muqatil bin Sulayman, Abdul-Muttalib dan orang-orang Makkah yang lainnya pergi ke gunung, tapi mereka meninggalkan 100 ekor unta di dekat Ka'bah. 🐪🐪 "Ayo, mari kita lihat siapa yang berani ambil unta-unta ini tanpa izin!" kata mereka sambil tertawa sedikit. 😜

Mereka berharap kalau ada yang berani mengambil unta itu, maka Allah akan marah dan menghukum orang itu! 😱💥 "Jangan coba-coba, ya!" kata mereka dalam hati, sambil mendoakan supaya semuanya aman. 🙏😇

Pagi-pagi banget, Abrahah siap-siap buat masuk ke kota Makkah yang suci. 🏙️🎯 Dia bawa Mahmud, gajah besar yang super kuat! 🐘💪 “Ayo, Mahmud! Kita hancurkan Ka’bah!” teriak Abrahah.

Tapi... Tiba-tiba Nufayl bin Habib muncul! 😯 Dia langsung mendekati gajah itu, megang telinganya dengan kuat dan bilang, "Duduk, Mahmud! Ayo, balik lagi ke tempat asalmu! Ini Kota Suci milik Allah, loh!" 😱🙏

Dan yang luar biasa! Mahmud si gajah terbesar langsung ikut perintah, menundukkan tubuhnya dan mau pulang! 😲🐘 Setelah itu, Nufayl cepat-cepat kabur ke gunung, berharap semuanya aman! 🏃‍♂️💨

Abrahah dan pasukannya mencoba segala cara agar Mahmud si gajah besar bisa berdiri dan berjalan. 🐘💥 Mereka pukul kepalanya dengan kapak dan tarik-tarik dengan tongkat besar! 😬 Tapi, Mahmud malah nggak mau bangkit! 😤

“Kenapa sih gajah ini nggak mau bergerak?” kata Abrahah sambil bingung. 🤔

Mereka coba hal lain! Mahmud diarahin ke Yaman, dan... dia berdiri dan jalan dengan cepat! 🏃‍♂️💨 "Wah, berhasil!" kata pasukan Abrahah.

Tapi begitu mereka balik arah ke Ash-Sham, Mahmud malah jalan cepat lagi! 😳✌️

Tapi saat mereka mengarahkannya kembali ke Makkah, tiba-tiba si gajah besar itu langsung jongkok dan nggak mau bergerak! 🐘❌ “Aneh banget!” kata pasukan Abrahah, nggak bisa paham! 😅

Tiba-tiba, langit menjadi gelap, dan dari laut datanglah burung-burung kecil seperti burung walet dan burung heron! 🐦🌊 Setiap burung membawa tiga batu kecil, satu di cakar kiri, satu di cakar kanan, dan satu lagi di paruh mereka! 😲

Burung-burung itu terbang rendah dan melemparkan batu-batu itu ke pasukan Abrahah! Setiap orang yang terkena batu, langsung hancur! 💥😱

Mereka pun panik! "Aduh, lari kemana lagi?" teriak mereka sambil bertanya tentang Nufayl, berharap dia bisa menunjukkan jalan pulang! 🏃‍♂️💨

Tapi, Nufayl sedang berada di atas gunung, bersama dengan orang-orang Quraisy dan para Arab dari Hijaz, mengamati bagaimana Allah menurunkan murka-Nya kepada pasukan Abrahah yang besar itu. 🏞️🔥

Nufayl berkata dengan tenang, “Kemana mereka akan lari kalau Tuhan Yang Maha Esa mengejar mereka? Abrahah yang sombong sudah kalah dan tidak menang!” 😎💪

Kata Ibn Ishaq, Nufayl berdiri di atas gunung, melihat ke bawah dan berkata dengan suara yang tenang namun penuh makna:

“Tidakkah kalian dulu diberi bantuan terus-menerus? 🌅 Kami memberimu petunjuk yang jelas, seperti matahari yang terbit setiap pagi! 🌞”

Dia mengatakan itu untuk mengingatkan mereka bahwa Allah sudah memberikan banyak bantuan dan petunjuk kepada mereka, dan sekarang saatnya bagi mereka untuk menyadari kekuatan Tuhan yang sebenarnya. 😇✨

“Jika kamu melihat apa yang kami lihat di balik gunung yang besar, pasti kamu akan mengerti dan memaafkan aku. Jangan terlalu sedih tentang apa yang sudah terjadi. 💭

Aku memuji Allah ketika aku melihat burung-burung itu terbang, dan aku khawatir batu-batu itu akan jatuh ke arah kami! 😱

“Jadi, semua orang pada nanya, ‘Di mana Nufayl?’ Seolah-olah aku punya hutang besar sama orang Abyssinia! 😅💸"

Ata' bin Yasar dan yang lainnya mengatakan bahwa mereka tidak semuanya terkena siksa pada saat pembalasan ini. Malah, sebagian dari mereka langsung hancur, sementara yang lainnya hancur berkeping-keping saat berusaha melarikan diri. Abrahah termasuk orang-orang yang hancur berkeping-keping hingga akhirnya meninggal di negeri Khatham.

Daws dan Pertolongan Raja-Raja yang Bijaksana (1)

Akibat Kemenangan Pasukan An-Najashi - Aryat dan Abrahah (2)

Kenapa Abrahah Menyerang Ka'bah? (3)

Penyembah Berhala pun Menganggap Ka'bah adalah Tempat Suci (4)

Abdul Muttalib "Kembalikan Untaku" (5)

Jantung Abrahah Keluar dari Dadanya (6)

Bala Tentara Bagai Daun yang Berguguran (7)

Angin Kencang Membantu Api Merambat Lebih Cepat (8)

Kenapa Unta Berlutut Sebelum Memasuki Mekkah? (9)

Cerita Singkat Pertempuran Pasukan Gajah dan Pasukan Burung

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini